JANGAN TERLALU BERGANTUNG PADAKU

pendidikan-sikrus
Mahasiswa, bukanlah seorang yang dijamin masa depannya, apalagi dijamin tidak ada dosa di dalam diri mereka. Mahasiswa, bukanlah seseorang yang selalu pintar otaknya, atau bahkan seseorang yang pintar memanagemen massa. Tapi mahasiswa, layaknya seorang manusia yang bebas menentukan masa depannya, melalui berbagai kegiatan dan keputusan yang dilaluinya. Tanpa mahasiswa, tidak mungkin Indonesia bisa melanjutkan cita-cita luhur pendiri bangsa untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang terdidik dan terampil dalam mengarungi kehidupannya.

Pada dasarnya, kehidupan tak lepas dari banyak pilihan. Pun dengan seseorang yang berjuluk “mahasiswa”, masuk di bangku perkuliahan bukan berarti ditiadakan dari berbagai pilihan. Kita, mahasiswa, dibebaskan untuk jadi kupu-kupu, atau kura-kura, atau mungkin kunang-kunang, dengan berbagai resiko yang harus dihadapinya. Tak terelakkan, bahwa setiap pilihan yang dilalui seorang mahasiswa akan menentukan bagaimana kemampuan mereka nantinya. Agak unik memang, bagaimana bisa ada sebuah aturan di alam semesta ini, dari dulu saya rasa, dimana setiap kegiatan yang kita lakukan sekarang, akan menentukan bagaimana kita di masa depan nanti. Seperti hukum alam memang, tapi saya lebih suka menyebutnya dengan sunnatullah.
Pun demikian dengan pendidikan di Indonesia. Memiliki julukan seorang mahasiswa, bukan berarti nanti akan bekerja di dalam sebuah ruangan ber-AC, atau ditemani sekretaris yang selalu siap membantu kapanpun dan dimanapun. Faktanya, banyak juga seorang sarjana yang tidak menjadi karyawan di sebuah perusahaan, malah ia menjadi seorang buruh di pabrik-pabrik swasta. “Demi menyambung hidup” katanya, tak heran memang, karena jumlah permintaan yang tak sebanding dengan jumlah pengeluaran. Tapi, melalui tulisan ini, saya mau menyampaikan bahwa tak selamanya kita harus menyalahkan kondisi lingkungan sekitar, baik sistem pendidikan maupun kebijakan pemerintahan. Tidak bisa jadi mahasiswa, ya jadi santri. Tak bisa jadi karyawan ya jadi wirausahawan, hehehe. Intinya, akan lebih baik jika kita tidak berputus asa terhadap apa yang sudah ditakdirkan Allah kepada kita. Ucapkanlah hamdalah, karena setiap keputusan Allah adalah yang terbaik untuk kita semua.
by: Muhammad Naufal Aziz
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s