Air Mata Sang Singa Padang Pasir

singa-1024x819

Kala itu, hari mulai beranjak siang. Seperti biasa, terik matahari membuat kering dan gersang. Dari kejauhan di sepetak taman, nampak daun-daun kering, berserakan dibawah pohon-pohon khas padang pasir yang tak begitu banyak, namun menawan. Ditambah lagi dengan udara yang terasa kering, bertiup dan membelai tiap jengkal dari tubuh kota nan indah dan dermawan. Warna coklat tanah liatnya yang khas, sama sekali tidak mengurangi keserasiannya dengan aliran sungai yang membujur di antara jalan-jalan taman yang tersusun rapi dari bebatuan. Menenangkan dan mendamaikan, dua kata itulah yang sangat pas untuk mewakili suasana kota kala itu. Lanjutkan membaca “Air Mata Sang Singa Padang Pasir”

JANGAN TERLALU BERGANTUNG PADAKU

pendidikan-sikrus
Mahasiswa, bukanlah seorang yang dijamin masa depannya, apalagi dijamin tidak ada dosa di dalam diri mereka. Mahasiswa, bukanlah seseorang yang selalu pintar otaknya, atau bahkan seseorang yang pintar memanagemen massa. Tapi mahasiswa, layaknya seorang manusia yang bebas menentukan masa depannya, melalui berbagai kegiatan dan keputusan yang dilaluinya. Tanpa mahasiswa, tidak mungkin Indonesia bisa melanjutkan cita-cita luhur pendiri bangsa untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang terdidik dan terampil dalam mengarungi kehidupannya.

Lanjutkan membaca “JANGAN TERLALU BERGANTUNG PADAKU”

Sudikah Kamu Berbagi Kemudi

dewaruci

Bismillah

Saya sadar betul bahwa tiap tulisan, dari siapapun itu, pasti akan memiliki resiko yang harus ditanggung penulisnya. Atau dengan kata lain, sang penulis harus bisa mempertanggungjawabkan apa yang ada di dalam tulisannya. Maka, disini saya akan berbicara mengenai pendapat saya pribadi, murni dari apa yang saya alami dan apa yang saya rasakan. Saya berbicara seperti ini bukan berarti saya mewakili suara suatu golongan, atau bahkan angkatan. (Ya, hehehe, terkadang mereka memang bertingkah seperti dugaan saya diatas) Lanjutkan membaca “Sudikah Kamu Berbagi Kemudi”

Andai Aku Punya Satu

 

Andai aku punya

Satu pun cukup buat dimanja

Tak perlu dua atau tiga buat jaga-jaga

Karena kamu sudah mewakili segalanya

 

Andai, aku punya satu

Lamanya warkop buka pun tak ada bandingannya denganku

24 jam non-stop standby buat melindungi kamu

Walaupun dengan mesin terkuat ku berseteru

 

Andai, aku punya kamu

Tiada hari tanpa sajak tentang keindahan dirimu

Lalu aku kirimkan puisi satu per satu ke alamatmu

Sampai Pak Pos pun hapal dengan rumahmu

 

Tapi, aku tahu

Sangat-sangat tahu

Sami’na waato’na adalah konsekuensi bagiku

Sebagai akibat dari jalanku berlalu

 

Sabar dan tawakkal adalah AK47

Sedangkan menjaga hati adalah amunisi terkuatku

Tapi sering juga aku lalai karena keindahanmu

Mempesona sampai ke dalam tulangku

 

Aduhai hayati

Semakin mendayu-dayu aku menulis puisi

Alangkah baiknya kepada Allah saja ku mencintai

Masalah hati ini, yaa sudahlah, pasti Allah yang Maha Mengetahui

 

Surabaya, 21 Maret 2016

Muhammad Naufal Aziz

 

Maba! Kamu Bisa Apa?

GERIGI ITS
Maba, sebuah kata yang sangat tidak asing didengar oleh kalangan mahasiswa di Indonesia. Berbagai sindiran sengaja dibuat untuk lucu-lucuan, contohnya saja Maba (Mainan Baru), hahaha… Apalah maksudnya. Mungkin saat ini begitu banyak perpelocoan yang terjadi di kalangan mahasiswa baru. Eits… jangan begitu, ingat katanya Ivan Ahda, direktur eksekutif Forum Indonesia Muda. Zaman ini lebih cocok disebut sebagai zaman “permukaan”. Kenapa? Karena kebanyakan orangnya hanya menilai sesuatu dari permukaannya saja, terlalu cepat menjustifikasi, mudah menyalahkan orang, menyalahkan sistem, apalagi sistem kaderisasi… hahaha (kode keras). Janganlah jadi orang “permukaan” teman-teman. Sebelum menilai sesuatu, alangkah baiknya kita tabayyun dulu. Atau dalam istilah bahasa Indonesianya, mendalami atau meneliti sesuatu itu. Tahukah kamu, Rasulullah juga mengkader para sahabatnya. Saya tahu hal ini dari artikel yang berjudul Kaderisasi Ala Rasulullah. Artinya, kaderisasi bukan hanya di kalangan mahasiswa baru. Poin kebenarannya, kaderisasi ada di mana saja, kapan saja, dan oleh siapa saja. Semangat kaderisasi, hehehe.

Lanjutkan membaca “Maba! Kamu Bisa Apa?”